Sering ke Kota Tua? Belum Lengkap Kalau Tidak Mengunjungi Lokasi Ini

Posted on

Banyak orang yang berpikir obyek wisata di Kota Tua cuma sebatas Museum dan Lapangan Fatahillah semata. Padahal lokasi Kota Tua Jakarta menyuguhkan banyak atraksi wisata yang relatif beragam, mulai wisata sejarah, bahari, sampai dengan wisata belanja. Berikut ialah tempat wajib kunjungan kalau kamu suka dengan wisata yang ada di Kota Tua Jakarta:

Museum Fatahillah: Tak diragukan lagi, bangunan Museum Sejarah Jakarta alias Museum Fatahillah adalah ikon mendasar lokasi kota Tua Jakarta. Gedung yang dahulu adalah balaikota pertama kali di bangun tahun 1626 oleh Gubernur Jan Pieterszoon Coen juga dibangun lagi pada 1707 oleh Gubernur Joan van Hoorn. Di era lalu, gedung luasnya 1300 m2 ini adalah pusat rezim VOC sebelum beralih ke Weltevreden pada era Hindia Belanda. Koleksi yang dipajang di museum ini diantaranya adalah replika peninggalan era Tarumanegara & Pajajaran di Jakarta, hasil dari penggalian arkeologi di Jakarta, keramik, gerabah, mebel antik, prasasti & patung.

Stasiun Kereta Api Kota: Stasiun Kota dan atau yang dikenal dengan nama Stasiun Beos selesai didirikan pada tahun 1929 lalu diresmikan langsung oleh gubernur jenderal saat masa itu, A.C.D. de Graeff. Stasiun itu dijadikan sebagai stasiun paling besar di Indonesia dan diarsiteki oleh Arsitektur Frans Johan Louwrens Ghijsels. Stasiun JAKK yang tersohor dengan sebutan Stasiun Beos.

Museum Wayang: Museum Wayang letaknya ada tak jauh dari kawasan Museum Fatahillah dan mulanya adalah gereja dikenal dengan De Oude Hollandsche Kerk. Tahun 1732 gedung tersebut diperbaiki lalu diganti namanya jadi De Nieuwe Hollandse Kerk. Tahun 1975 berselang, bangunan ini resmi dipergunakan sebagai museum wayang yang mengekspos aneka wayang & boneka dari seantero dunia salah satunya adalah boneka tangan.

Museum Seni Rupa dan Keramik: Museum ini letaknya ada di seberang kawasan Museum Fatahillah dan memampang aneka macam keramik dari pelosok Indonesia juga dunia. Awalnya, gedung museum ini dijadikan sebagai Kantor Dewan Kehakiman Kastil Batavia yang didirikan pada tahun 1870 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Museum Seni Rupa dan Keramik mengekspos kerajinan keramik dari seluruh dunia salah satunya dari kawasan Nusantara.

Museum Bank Indonesia: Museum Bank Indonesia (BI) berlokasi di samping Museum Bank Mandiri dan adalah bekas bangunan De Javasche Bank. Museum ini mengekspos kiprah Bank Indonesia dari waktu ke waktu dan barang-barang bersejarah yang bersinggungan dengan keuangan atau finansial Indonesia. Museum Bank Indonesia memperlihatkan perkembangan Bank Indonesia dari waktu ke waktu dan memamerkan mata uang dari seluruh negara.

Museum Bahari: Museum Bahari berada di pinggir muara Sungai Ciliwung dan dahulu adalah gudang VOC yang dibangun tahun 1652. Semenjak dijadikan museum tahun 1977, gedung ini mengekspos koleksi benda-benda bersejarah yang menyangkut dengan dunia maritim. Museum Bahari menyajikan benda-benda yang berhubungan dengan maritim adalah atas saran pemerintahan pada saat itu.

Pelabuhan Sunda Kelapa: Sempat sebagai pelabuhan penting di masa Hindu-Budha & Hindia-Belanda, dermaga Sunda Kelapa ini sekedar adalah sebuah pelabuhan nelayan kecil. Pelabuhan tersebut layak dikunjungi sebab bisa disebut sebagai cikal bakal Jakarta. Jelang direbut oleh Kerajaan Demak, Sunda Kalapa ataupun Kalapa dulunya adalah pelabuhan pilar Kerajaan Pajajaran & Tarumanagara yang memerintah wilayah Jawa Barat & Jakarta sekarang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.