Kekalahan Paling Tragis di Dunia Sepakbola

Posted on

Sejarah sepakbola kadang sangat tragis, entah itu peristiwa yang sangat menyedihkan membuat menangis, menggelikan membuat tertawa dan kisah-kisah heroik lainnya. Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang sebuah kisah sejarah sepakbola kekalahan paling tragis sepanjang masa yang bersumber dari sebuah blog bola di Indonesia dan inilah kisahnya:

  1. Brasil vs Uruguay (Babak Final Piala Dunia 1950): Tim Brasil sebenarnya hanya membutuhkan satu angka saja untuk keluar sebagai juara dunia. Sebelum pertandingan berlangsung, Seluruh rakyat Brasil dan juga para suporter yang memadati Stadion Maracana sangat yakin, bahwa Timnas Brasil bakal memenangkan gelar Piala Dunia tahun 1950 dengan mudah. Namun harapan tidak selamanya menjadi kenyataannya. Gelandang Timnas Uruguay, Alcides Ghiggia berhasil mencetak gol kemenangan untuk Uruguay, sekaligus menghantarkan negaranya menjuarai gelar Piala Dunia 1950. Bagi penggemar sepakbola di Brasil, ini jelas sebuah tragedi. Tragedi yang dikenal dengan nama ‘Maracanazo’, kejadian yang tidak akan terlupakan bahkan hingga sampai saat ini. Dan dalam sebuah kesempatan, sang pencetak gol mengeluarkan statment: “Cuma 3 orang yang bisa membuat isi dari Stadion Maracana terdiam dengan satu gerakan saja, mereka adalah Paus, Frank Sinatra, dan yang terakhir saya..”.
  2. Brasil vs Prancis (Final Piala Dunia 1998): Timnas Brasil menjadi favoritkan untuk keluar sebagai juara dunia. Hampir semua bintang Timnas Brasil sedang berada di puncak permainannya, termasuk Ronaldo. Brasil menghadapi tuan rumah Prancis di partai final. Sedikit orang yang Timnas Prancis bakal menjuarai turnamen tersebut, meskipun mereka bertindak sebagai tuan rumah. Namun semuanya berjalan di luar dugaan. Entah kebetulan atau tidak, detik-detik menjelang partai fina berlangsung, Ronaldo tiba-tiba mengalami penyakit aneh yang hingga saat ini, satu orang pun (termasuk Roberto Carlos yang tidur satu kamar dengan Ronaldo) enggan membeberkan masalah apa yang sedang terjadi. Dan imbasnya, Timnas Brasil bermain sangat jelek, tanpa terorganisir. Ronaldo pun hanya membuat melepaskan satu tembakan saja. Sebaliknya, Zinedine ZIdane yang dalam sepanjang kariernya (ketika itu) sama sekali tak pernah mencetak gol melalui sundulan kepala. Namun di laga final tersebut, Zidane berhasil menjaringkan 2 gol melalui sundulan. Kemenangan Prancis akhirnya ditutup dengan gol Emanuelle Petit. Brasil akhirnya harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 0-3.
  3. Bayern Munich vs Manchester United (Final Liga Champions 1999): Dalam laga final Liga Champions yang di gelar di Barcelona tersebut, tanda-tanda kesialan Bayern Munich sudah mulai terlihat sejak awal-awal pertandingan berjalan. Tendangan salto Mario Basler hanya mampu membentur tiang gawang Peter Schmeichel. Schmeichel pun berulang kali mampu menggagalkan peluang-peluang emas Bayern Munich dengan penyelamatan yang brilian. Bayern Munich pun akhirnya berhasil unggul melalui gol tendangan bebas dari Basler. Setelah unggul, permainan Bayern tampak terlihat tidak tenang. Dan puncaknya ketika waktu memasuki masa injury time, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solkjaer berhasil mencetak gol bagi kemenangan 1-2 MU atas Bayern Munich.
  4. Bayer Leverkusen vs Unterhaching (Bundesliga 2000): Unggul 3 poin dari pesaing utamanya, Bayern Munich, dalam perebutan gelar Bundesliga musim 1999/2000, praktis Bayer Leverkusen hanya membutuhkan hasil seri saja untuk memastikan klub tersebut meraih gelar juara Bundesliga musim 1999/2000. Sedangkan beban berat ada di pundak Bayern Munich. Bayern wajib memenangkan laga melawan Werder Bremen, yang juga merupakan klub tangguh, dan berharap Leverkusen kalah dari Unterhaching. Tentu bukanlah tugas yang berat bagi Bayer Leverkusen yang hanya membutuhkan 1 poin, karena lawan Bayer hanyalah klub papan bawah, Unterhaching. Namun tak disangka, secara mengejutkan Bayer Leverkusen harus mengakui keunggulan Unterhaching 0-2, dan pada saat yang sama, Bayern Munich berhasil mengalahkan Bremen 3-1. Gelar juara yang sudah di ujung tanduk pun harus direlakan oleh Bayern Leverkusen untuk Bayern Munich.

Demikian semoga menjadi manfaat dan tambahan pengetahuan buat anda, info bola lainnya bisa anda baca disitus agen bola ini.

One thought on “Kekalahan Paling Tragis di Dunia Sepakbola

Leave a Reply

Your email address will not be published.