Pesona Bintang Lama Timnas Indonesia U-19 Bius Shin Tae Yong

Pesona Bintang Lama Timnas Indonesia U-19 Bius Shin Tae Yong

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae Yong, mulai mempercayakan bintang-bintang lama tampil sebagai starter dalam laga uji tanding di Kroasia.

Shin Tae Yong menunjukkan diri sebagai pelatih yang tak terbuai dengan nama tenar. Sejak masa seleksi pemain Timnas Indonesia U-19, juru latih asal Korea Selatan itu melakukan pencoretan terhadap beberapa pemain yang sudah mengoleksi menit bermain di skuad Garuda Muda.

Sutan Zico, Kartika Vedhayanto, dan Hamsa Lestaluhu yang memiliki jam terbang di Timnas Indonesia U-19 dan U-16 ketika masih dilatih Fakhri Husaini adalah nama-nama yang tak masuk skuat Shin Tae Yong.

Dalam laga uji tanding pertama di Kroasia, menghadapi Bulgaria, Shin Tae Yong pun melakukan langkah eksperimen. Tidak ada nama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Brylian Negietha Dwiki Aldama, dan Mochammad Supriadi yang turut mengantar Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF 2018 dalam starter.

Tiga nama tersebut mulai dimainkan sejak menit pertama dalam tiga laga uji coba belakangan, ketika melawan Arab Saudi dan dua kali melawan Qatar.

Bagas mulai mengisi posisi full back kanan, sementara Brylian menggalang lini tengah, dan Supriadi menyisir sayap kiri.

Keberadaan Bagas, Brylian, dan Supriadi pun menjadikan Timnas Indonesia U-19 lebih familier. Selain juga karena keberadaan David Maulana yang hampir selalu mengisi lini tengah serta Witan Sulaeman yang menjadi warisan Timnas Indonesia junior di era Indra Sjafri.

Kunjungi Situs Liveskor Bola Terbaru

Beberapa nama lama di yang juga mendapat rotasi bersama Shin Tae Yong adalah Rizky Ridho Ramadhani, Yudha Febrian, Ahmad Rusadi, Beckham Putra, Braif Fatari, dan Saddam Emiruddin Gaffar.

Braif bahkan mulai mendapat kepercayaan menjadi penyerang, meninggalkan posisi lama sebagai gelandang.

Sementara Andre Oktaviansyah yang juga seangkatan dengan David, Brylian, dan Bagas, belum juga ditampilkan Shin Tae Yong dalam lima laga uji tanding.

Andre bersama Jack Brown dan Mohammad Kanu dilaporkan masih dalam perawatan cedera sehingga belum mendapat kesempatan unjuk kemampuan di atas lapangan.

Persaingan mendapat tempat sebagai starter yang cukup ketat di era Shin Tae Yong membuat para pemain selalu fokus dalam memberikan permainan terbaik.

Presiden Parma Klaim Timnya Bakal Kedatangan Balotelli

Masa depan Mario Balotelli rasa-rasanya bakal balik lagi menuju Serie A kompetisi musim berikutnya. Kemungkinan itu tidak lepas dari pengakuan orang nomor 1 di Parma, Pietro Pizzarotti, yang mengabarkan timnya tengah berusaha untuk mendaratkan sang striker.

Kesepakatan kontrak Balotelli bareng tim Prancis, Marseille, sudah usai satu Juli kemarin. Sekarang dia pun menyandang status cuma-cuma. Beberapa yang percaya jika ia bakal balik lagi menuju Italia untuk meneruskan kariernya.

Minat mantan bintang Inter Milan dan AC Milan ini juga coba dikabulkan oleh Parma. Sang presiden, Pietro Pizzarotti dengan percaya mengungkapkan negosiasi yang tengah berjalan nyaris menemui kata sependapat.

“Kami coba mendaratkan Balotelli dan obrolan kami telah bisa sampai paruh paling akhir. Negosiasi sepanjang ini berlangsung mulus dan ia memiliki kesan bagus kepada tawaran kami. Namun kami jelas menyadari jika tim kayak Parma memiliki keterbatasan untuk merekrut pemain bintang kayak ia, ” tutur Pizzarotti sebagaimana ditulis Football Italia, Sabtu (6/7).

“Kenyataan ini mmebuat kami cukup frustrasi sebab bintang kayak ia amat kami sukai. Ia pantas dengan skema manajer. Namun negosiasi bakal senantiasa berlanjut hingga segalanya menemui titik terang, ” katanya lagi.

I Gialoblu sebenarnya bukanlah satu-satunya tim Italia yang mengidamkan bintang 28 tahun itu. Tak hanya mereka terdapat juga kesebelasan promosi, Brescia dan Genoa, yang diketahui amat mendambakan sang striker. Namun hingga sekarang Super Mario tak kunjung menentukan opsi.

5 Laga Final Liga Champions Senegara

5 Laga Final Liga Champions Senegara

Partai final Liga Champions kompetisi musim ini bakal mempertarungkan 2 tim Inggris, Tottenham Hotspur kontra Liverpool. Idenya, pertandingan bergulir di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/5) dini hari WIB.

Apabila menilik dari sejarahnya, pertandingan final Liga Champions senegara bukanlah perdana kali berlangsung. Tertulis sebelumnya telah terdapat 5 Final turnamen antar klub paling top di Eropa itu yang mempertarungkan kesebelasan senegara. Berikut lima Final Senegara di Liga Champions yang kami rangkum dari website ini.

Real Madrid 3-0 Valencia (2000) – Vicente del Bosque segera mempersembahkan piala Liga Champions pada kompetisi musim pertamanya melatih Real Madrid. Tak tanggung-tanggung, Los Blancos menggasak Valencia 3 skor tanpa balas. Padahal, kala ini Valencia dibela penjaga gawang inti tim nasional Spanyol, Santiago Canizares.

Hat-trick Real Madrid kala ini hasil dari kreasi Raul Gonzalez, Steve McManaman, dan Fernando Morientes. Serupa sebagaimana Del Bosque, McManaman jua berhasil mempersembahkan piala di kompetisi musim pertamanya bareng kesebelasan ibukota.

Juventus 0-0 Milan (2-3 pen) (2003) – AC Milan berhasil mengandaskan mimpi Juventus mengawinkan gelar Liga Champions pada penghujung kompetisi musim 2002/03. Malah Rossoneri yang berhasil memenangkan penghargaan Si Kuping Raksasa dan Coppa Italia pada kompetisi musim itu.

Andriy Shevchenko menandaskan kemenangan Milan usai tendangan penaltinya tidak berhasil ditepis penjaga gawang Juve, Gianluigi Buffon. Kesuksesan ini jadi trofi ke 6 Milan selama history keikutsertaan mereka di Liga Champions.

Manchester United 1-1 Chelsea (6-5 pen) (2008) – Suporter Manchester United mesti mengucapkan terima kasih pada John Terry sebab sudah tidak berhasil mengeksekusi tembakan penalti kala laga pamungkas di Moskow. Laga usai sama kuat 1-1 pada saat normal dan dilanjutkan dengan adu tembakan penalti.

Menurut data dari situs berita bola terkini, dari 7 penendang Manchester United, cuma Cristiano Ronaldo yang tidak berhasil menjaringkan bola menuju gawang The Blues. Sedangkan Chelsea, tidak berhasil memaksimalkan peluang via Terry dan Nicolas Anelka yang tendangannya ditepis Edwin van der Sar.

Borussia Dortmund 1-2 Bayern Munich (2013) – Borussia Dortmund bermain sebagai salah satu kubu underdog selama pagelaran. Pada fase semi-final, Die Borussen sampai-sampai dengan cara dramatis menghempaskan Real Madrid dengan agregat tipis 4-3. Pada leg perdana, Dortmund unggul di Signal Iduna Park dengan score 4-1.

Robert Lewandowski mencuri atensi dengan memborong ke 4 goal Dortmund. Kehancuran 0-2 di Santiago Bernabeu pada permainan ke 2 tak terlampau berarti banyak. Tapi, perjalanan anak didik Juergen Klopp mesti habis antiklimaks saat menerima kekalahan dari Bayern Munich pada laga pamungkas.

Real Madrid 4-1 Atletico Madrid (2014) – Real Madrid sukses sajikan laga dramatis saat melawan Atletico Madrid di Wembley pada 2014 silam. Sampai menit ke-90, Rojiblancos tengah menang 1-0, sebelum Sergio Ramos menyarangkan goal penyama skor 3 menit tambahan waktu paruh ke 2.

Los Blancos sukses menggunakan kegoyahan mentalitas bintang-bintang Atletico sepanjang perpanjangan waktu. Hat-trick disarangkan Madrid atas nama Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo.

Lallana Pas untuk City

 

Mantan pemain bertahan Manchester City, Danny Mills, menganggap jika karier Adam Lallana belum tamat. Berdasarkan Mills, Lallana pantas dengan gaya berlaga The Citizens.

Lallana membela Liverpool semenjak Juli 2014. Bintang berumur 31 tahun ini direkrut dari Southampton dengan biaya transfer 27, 9 juta poundsterling.

Usai menambatkan hatinya di Stadion Anfield, karier Adam Lallana malah melempem. Sebab, pemain berposisi gelandang tim nasional Inggris itu banyak kali tidak ikut serta karena cedera.

Kendati begitu, Mills memandang kemampuan Lallana masih bagus untuk membela tim-tim raksasa sebagaimana Manchester City.

“Anda hampir mengabaikan ia (Adam Lallana), namun ia bintang yang amat berbakat, ” tutur Danny Mils, sebagaimana ditulis Football Insider.

“Menurut aku, ia ideal dengan gaya berlaga Manchester City. Ia pas buat mereka dengan kemampuan umpan pendek, kecepatan berlari dan kecerdasan di dalam melalui musuh, ” katanya.

“Liverpool jelas mau menjaga dirinya, namun ini bisa jadi tergantung ekspektasi ia untuk membangun kembali kariernya. Apabila ini persoalannya, ia bakal hengkang. Ia bintang yang baik yang takkan sepi peminat, ” tutur Mills.

Sepanjang berjersey The Reds, Lallana mencatat 21 goal dan dua puluh assist dari 156 performa di banyak turnamen. Kompetisi musim ini, ia cuma main enam belas kali ataupun sepanjang 568 menit. Kesepakatan kontrak Lallana bareng The Reds akan usai pada jendela transfer musim panas 2020.

Sarri: Chelsea Atasi Tekanan

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, mengakui senang para pemainnya sukses mengatasi tekanan saat menghadapi Slavia Praha.

The Blues unggul tipis 1-0 melawan tim dari Republik Cheska itu di leg perdana perempat-final Liga Europa di Stamford Bridge, Kamis (11/4/2019).

Armada Sarri baru dapat menyarangkan goal 4 menit menjelang bubaran. Marcos Alonso jadi pahlawan The Blues usai menjebol gawang Slavia karena assist Willian.

“Saya amat gembira dengan pencapaian laga serta penampilan kami. Kami mengatasi tekanan yang tak bisa kami kerjakan di momen-momen sukar di dalam banyak laga yang lalu, ” tutur Sarri, sebagaimana ditulis situs web tim.

“Sebelumnya, kami sulit serta kebobolan goal. Sekarang, kami dapat bertahan di dalam kesusahan dengan berusaha serta tertekan tanpa kebobolan 1 goal juga, ” tutur pelatih dari Italia itu.

Chelsea memang unggul, namun Maurizio Sarri mengapresiasi kemampuan Slavia Praha yang bisa merepotkan kesebelasannya.

“Kami ketahui persis akan amat sukar berlaga di sini. Pemain-pemain rival amat hebat dari segi fisik serta agresif. Kami mesti melawan beberapa kesusahan selama pertandingan, ” katanya.

“Saat ini, kami mesti memikirkan jika leg ke 2 jua bakal sukar. Para musuh kayak itu amat mematikan saat menjalani pertandingan tandang, sebagaimana kala berlaga di markas Genk (menang 4-1). Kami perlu berhati-hati, ” tutur Maurizio Sarri.

Leg ke 2 akan bergulir di markas Chelsea, Stamford Bridge, saat Kamis (18/4/2019).

Direktur Real Madrid Ogah Bahas Nasib Santiago Solari

Nasib Santiago Solari di Real Madrid tengah jadi tanda tanya terbesar. Pada 1 sisi, pemberitaan yang meningkat mengatakan ia bakal ditendang. Sementara itu, dewan internal tim yang dijuluki Los Blancos ini tidak bersedia memberi indikasi jelas. Tidak terkecuali Direktur Hubungan Kelembagaan Emilio Butragueno.

Kala dimintai anggapan tentang nasib Santiago Solari setelah pertandingan Real Madrid vs Real Valladolid, Senin (11/3) dini hari WIB, Butragueno menolak. Ia berdalih tidak bersedia membahas hal tersebut.

“Solari merupakan sosok yang luar biasa profesional. Tapi, kita di sini buat omong tentang laga (lawan Valladolid), ” tutur Butragueno pada Movistar sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Diario As.

Eks penyerang ulung di 1980-an ini lalu mengatakan hal yang sedikit lebih membingungkan. Ia mengaku Real Madrid ada di minggu sukar sebab tereliminasi dari Copa del Rey serta Liga Champions dan menerima kekalahan lagi pada LaLiga dari Barcelona. Tapi, ia memuji penampilan Karim Benzema dkk. di partai vs Valladolid. “Hasil (lawan Valladolid) fantastis, ” tutur dirinya.

Keengganan Butragueno memberi komentar tentang masa depan Santiago Solari di Real Madrid tidak ayal mengakibatkan tanda tanya. Pada 1 sisi, ia memang tidak mengatakan mungkin sang juru tak-tik ditendang. Tapi, sementara itu, keengganan memberikan suport malah menguatkan dugaan yang terdapat sekarang.

Pemberitaan yang meningkat sekarang mengatakan Santiago Solari cuma tinggal menghitung hari. Kehadirannya di Real Madrid cuma bertahan menanti kepastian seorang yang ingin mengisi tempatnya. Jika seorang ini diperoleh, ia dipercaya bakal segera diganti. Seorang yang diisukan sedang didekati bos Los Blancos sekarang ialah Jose Mourinho.

Tekanan Bakal Buat Liverpool Sulit Menjuarai Liga Inggris

Pablo Zabaleta, bintang West Ham United berpikir tekanan guna mengangkat trofi Liga Inggris terdapat pada pihak Liverpool. Tuntutan ini dianggap bakal membikin Liverpool sulit buat mengangkat trofi Liga Inggris.

“Anda bisa menyaksikan semua fans Liverpool, mereka sudah menanti piala Liga Utama Inggris ini. Saat kesebelasan tak berlaga baik rasa-rasanya semua fans cukup tegang. Kadang-kadang kemungkinan sukar untuk bintang-bintang guna berkonsentrasi serta berlaga dengan bagus, ” tutur Pablo Zabaleta dilansir Football5star dari Daily Mail.

Sebaliknya, eks bintang Manchester City itu berpikir mantan timnya tampil jauh lebih rileks. Mereka punya deretan bintang yang sudah banyak jam terbang buat menjaga tuntutan.

“Sangat vital guna memenangkannya (Liga Inggris) sebelumnya sebab City sudah ada di dalam kondisi itu (tertinggal) sebelumnya. Waktu yang ke 2 kami menjuarai liga, kami ada di belakang para pemimpin sekarang (Liverpool). Masih sejumlah jalan yang seharusnya ditempuh, ” beber Zabaleta.

Zabaleta 2 kali memenangkan gelar Liga Inggris bareng Manchester City. Dia memberi saran pada bintang-bintang The Cityzens, julukan Manchester City. Menurut dirinya, bintang-bintang senior yang punya jam terbang seharusnya saling menolong.

“Beberapa bintang di ruang ganti kini punya jam terbang mengenai ini. Itu bakal menolong bintang lain. Mereka bisa mengatakan bersama bintang lainnya, menjadikan setiap orang memusatkan perhatian serta memberi tahu mereka pengalaman mereka sebelumnya. Ini bakal jadi kuncinya, ” beber Zabaleta.

Lionel Messi Bisa Sulap Sepak Bola Jadi Mudah

Pemain sayap Barcelona, Ousmane Dembele, memberikan pujian kepada rekan setimnya, Lionel Messi. Dia mengatakanbahwa La Pulga menjadi bintang sensasional.

“Lionel Messi sangat mengesankan, ia menjadikan sepak bola lebih enteng. Saya memberikannya bola dan ia mengerjakan hal-hal yang mengesankan. Saat ia ada di arena pertandingan, lebih enteng untuk salah satu striker, sebab rival bakal memusatkan perhatian pada Lionel Messi, ” tutur Dembele pada Soccerway.

Dalam peluang ini, Dembele jua angkat biacara tentang pertandingan skuatnya dengan Olympique Lyon pada fase 16 besar Liga Champions musim ini. Di mata Dembele, Lyon merupakan klub yang amat mematikan.

“Lyon merupakan klub berserta bintang yang amat baik dan amat sukar untuk unggul di sana. Mereka membuktikannya pada kampanye musim ini dengan unggul kontra City serta PSG. Nabil Fekir yang kena skorsing buat leg perdana merupakan bintang paling baik mereka, namun ada bintang lainnya yang punya kemampuan kuat, dan team saya perlu mewaspadai setiap orang. ”

“Aku mengamati dengan cermat laga Ligue 1, dan saya berlaga bareng pemain-pemain mereka di timnas Prancis seperti Fekir, Ferland Mendy ataupun Moussa Dembele. Mereka mematikan di arena pertandingan, ” Dembele melanjutkan.

Dembele sendiri telah memperkuat Barcelona di dalam 29 laga kampanye musim ini. Bintang dari Argentina ini jua menyumbang 13 gol serta 5 umpan.

3 Bintang yang Dapat Bantu Real Madrid Jawara La Liga Kampanye musim Ini

Real Madrid tak terlampau konsisten di La Liga kampanye musim ini. Mereka terus kalah dari klub-klub yang semestinya mereka kalahkan dengan gampang pada kampanye musim 2018-19.

Cedera pun berdampak besar pada performa tim sebab pemain-pemain utama dihantam cedera di tahap penting kampanye musim ini. Mereka telah memecat Julen Lopetegui serta Santiago Solari pun tidak bisa memberikan motivasi mereka.

Mereka sekarang ada di tempat ke 4 serta terpaut sepuluh angka melalui pimpinan klasemen Barcelona. Madrid tentu meminta Barcelona terpeleset di dalam beberapa laga hingga mereka dapat memotong jarak.

Secara matematika, Madrid tetap memiliki asa buat memenangi La Liga kampanye musim ini. Tapi, mereka tak diperkenankan lagi kehilangan angka antara kini hingga penghujung kampanye musim.

Terdapat ekspekstasi besar melalui bintang-bintang Madrid di awal kampanye musim serta banyak dari mereka tidak bisa main pada level yang diinginkan. Padahal seluruh bintang Madrid diharapkan dapat menunjukkan kualitas paling bagusnya buat mendapat prestasi.

Berikut di bawah ini 3 bintang yang dapat menghantarkan Real Madrid mengangkat trofi La Liga kampanye musim ini menurut Sportskeeda.

Gareth Bale – Gareth Bale merupakan satu dari sekian banyak striker sangat berbahaya di dunia. Tapi, cedera, khususnya di Real Madrid, sudah menghentikannya dari berlaga di tingkat elit dengan cara stabil.

Bale disebut menjadi bintang yang sangat pantas buat sebagai pengganti Cristiano Ronaldo usai sang bintang pergi dari Santiago Bernabeu. Madrid tak mendatangkan suksesor Ronaldo serta hasilnya, semua orang menanti apa Bale dapat jadi pengganti Ronaldo di Madrid.

Ia amat mengecewakan sebab ia cuma menyarangkan 4 goal serta membikin 2 assist di dalam 15 penampilannya di La Liga kampanye musim ini. Ia dihantam cedera semenjak laga kontra Villarreal serta Madrid kehilangan angka dengan cara teratur sepanjang ia tidak ikut serta.

Apabila Bale tak cepat kembali serta menyarangkan goal secara reguler, kesempatan Madrid buat memenangkan La Liga kampanye musim ini bakal mulai nampak amat mustahil.

Luka Modric – Luka Modric punya tahun yang mengesankan pada tahun 2018 di tingkat pribadi. Namun apabila menyaksikan performanya di tim, Modric tidak main ke level yang menjadikannya memperoleh Balon D’or perdananya di bulan Desember tahun kemarin.

Ia merupakan pemain berposisi gelandang paling baik di 2018. Tapi bila melihat catatan ini, Modric tidak menyarangkan 1 goal pun di La Liga 2018/19 serta cuma membikin 2 assist dan ini terbilang amat rendah dari apa yang diinginkan dari dirinya kampanye musim ini.

Setiap orang menyaksikan Modric menjadi bintang paling baik di dunia usai Cristiano Ronaldo angkat kaki menuju Juventus. Ia didambakan dapat memimpin Los Blancos di dalam perebutan piala La Liga kampanye musim ini. Tapi, ia tidak bisa menyumbang kontribusi yang besar buat tim.

Alhasil, Madrid mendapatkan kesulitan menghadapi tim-tim elit Spanyol lain. Ia perlu memimpin Madrid di tiap-tiap laga serta membikin umpan pada teman-temannya buat menyarangkan goal atau musim Madrid bakal selesai dengan mala petaka.

Karim Benzema – Karim Benzema adalah satu dari sekian banyak bintang paling baik Real Madrid kampanye musim ini. Ia mendapatkan kampanye musim 2017-18 yang buruk serta banyak yang mengira ia bakal keluar dari Santiago Bernabeu. Tapi, ia tak cuma tinggal namun juga memberikan kontribusi paling banyak pada kampanye musim ini.

Benzema telah menyarangkan 7 goal di dalam 18 performa kampanye musim ini serta jadi top skorer mereka di La Liga 2018-19. Ia pun membikin 2 assist juga. Ia diharapkan jadi salah satu bagian vital dari sektor depan Madrid begitu tim mengambil keputusan buat tak menandatangani suksesor Ronaldo di bursa transfer musim panas tahun lalu.

Benzema belum berlaga seburuk beberapa kawan seklubnya, namun ia tentu tidak begitu stabil hingga menjadikannya tak bisa menghantarkan kesebelasannya main bagus pada La Liga kampanye musim itu.

Benzema mesti menyarangkan goal dan membikin umpan dengan cara stabil sepanjang sisa kampanye musim ini. Apabila tidak, musim Real Madrid bakal cepat usai serta masa depannya di tim pun bakal diragukan di penghujung kampanye musim mendatang.

Berbatov Percaya Salah Belum Pantas Disejajarkan bersama Messi

Mantan striker Manchester United, Dimitar Berbatov mengatakan Mohamed Salah belum pantas disejajarkan bersama Lionel Messi.

Musim kemarin Salah main sensasional bareng Liverpool. Di dalam semusim dia berhasil mencatatkan 44 goal pada seluruh ajang kejuaraan.

32 goal di antaranya dia hasilkan pada ajang Premier League. Salah juga memecahkan beberapa rekor serta mendapat beberapa gelar. Dia pun dinominasikan untuk mendapat Ballon d’Or musim 2018 ini

Hasilnya banyak yang lantas mengklaim tingkat bintang dari Mesir itu sepadan bersama bintang Barcelona, Messi juga bersama mantan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Walau pernah mengalami penurunan performa, Salah masih dapat menyarangkan banyak goal di kampanye musim ini. Sepanjang ini dia telah mencatatkan 12 goal pada seluruh ajang, sepuluh di antaranya di Liga Premier Inggris.

3 di antaranya dia cetak di hari Sabtu (08/12) lalu ketika menghadapi Bournemouth. Meskipun begitu Berbatov tidak berpikir jika Salah telah mencapai tingkat La Pulga.

“Ia tak berada di sana bersama Messi serta Ronaldo. Tidak ada bintang yang levelnya menyamai (Messi serta Ronaldo),” ungkapnya pada Sky Sports.

“Mo Salah punya banyak kemampuan Messi. (meskipun) Mungkin bukanlah tingkat yang serupa,” lanjut Berbatov.

Pelatih Bournemouth, Eddie Howe, melayangkan pujian pada Salah pasca laga. Dia mengatakan mantan bintang AS Roma itu menjadi satu dari sekian banyak bintang paling baik sejagat saat ini.

“Salah terlihat bagus, bukan begitu?” Puji Howe dilansir melalui fourfourtwo.

“Ia terlihat sangat garang serta kami kesulitan mengatasi performanya. Dia merupakan satu dari sekian banyak bintang paling baik sejagat,” lanjutnya.